jump to navigation

What should I do, friends? July 5, 2008

Posted by nastanesha in Note.
15 comments

Aku terkejut, waktu seorang seniorku di UIN Syarif Hidayatullah nyeletuk, “Kenapa ya lampu di Banjarmasin sering mati padahal daerahnya sendiri penghasil tambang batubara terbesar di negara ini?”

Aku sebagai anak Banua tercenung. Jujur, belum pernah pertanyaan seperti itu tercetus dalam benakku. Sekarang pertanyaan tersebut benar2 merasuki kepalaku. Mengamuk. Hingga membuatku pusing. Kenapa batubara yang ada di Banjarmasin -yang katanya 0.6% kekayaan DUNIA- tidak bisa dinikmati oleh si empunya?

Apa karena pemerintah yang serakah mau memasukkan hasil penjualan batubara ke luar negeri itu ke kantong mereka sendiri? Ataukah karena SDM-nya yang tidak berkualitas -tapi berkuantitas- yang mau saja dibodohi? Atau ada alasan lain? Ironis sekali…

Setiap pagi, sekitar 400 truk pengangkut batubara legal melewati jalan raya di tempatku untuk dikirim ke luar negeri. Itu yang legal, kawan. Sedang yang illegal 2 kali lipat. Yup, 800 truk yang entah diselipkan ke mana. Sekali lagi, apakah pemerintah yang salah ataukah kami rakyat jelata yang salah? Benar. Bukan saatnya untuk saling menyalahkan. Sekarang, apa yang harus kita lakukan untuk menutupi liang ratusan meter persegi di bawah tanah Paringin yang sekarang masih adem ayem? Mengumpulkan seluruh mahasiswa Kalsel untuk berdemo? Menyuruh buruh tambang untuk mogok kerja? Atau menindak pelaku yang menyelewengkan hasil tambang tersebut? Entahlah. Any ideas?

Tapi, apa dayaku jika hanya sendiri, tanpa kalian, kawan?

LIBROS June 29, 2008

Posted by nastanesha in Note.
7 comments

Jumat malam kemarin, pukul 9.30 WIB, aku diminta kakak kelas angkatan 2006 untuk gantiin dia sebagai panitia LIBROS (Liburan Bareng Rohis) SMK Nusantara di puncak, Bogor untuk week-end. Jujur, aku kelabakan coz besok hari itu bisnya berangkat pada pukul 7.00 sedang aku sekarang berada di Mampang, nginap di kosan temen. Mo balik jam segitu ke Ciputat (SMK Nusantara letaknya di Ciputat, deket sama kampusku) juga riskan sekali buat seorang cewek. “Lebih baik pagi2 besok aja jam 6 pulangnya,” gitu saran temenku.

Besok pagi satu sms masuk ke inboxku. Keberangkatan diundur jam 9.30 karena satu dan lain hal. Aku pun berangkat dari kosan temenku itu jam 8.30. Biasanya perjalanan Mampang-Ciputat tidak nyampai 1 jam, kurang lebih 40 menitan. Jadi, masih sempat aku ke asrama buat packing buat perlengkapan outbond dan hiking. Eh, semuanya di luar dugaan, ternyata Mampang-Ciputat lagi macet berat. Bis 20 yang kutumpangi benar2 merangkak. ”Biasanya gak semacet ini deh, apalagi sekarang bukan hari kerja,” pikirku heran. Aku tersadar, sekarang kan udah masuk libur panjang. Orang2 pada pergi ke luar kota buat liburan.

Pukul 9.30 WIB. Aku masih terjebak di daerah Ragunan. Beberapa kali aku dicalling untuk memastikan posisiku sekarang. Dengan berat hati, akhirnya temen2ku memita izin untuk berangkat duluan. Kata mereka masih ada panitia senior lain yang akan berangkat pukul 10.00. ”Ntar ada yang calling kamu, tunggu aja. Ana juga gak tau siapa yang mo berangkat itu. Pokoknya panitia senior katanya,” Aya mengakhiri teleponnya. Alhamdulillah aku tiba di asrama jam 10.00. Setelah nyiapin apa aja yang mo dibawa, aku menunggu dicalling. Jam 10.30. Belum ada telepon masuk. Aku udah lemes. ”Kayaknya gak jadi deh,” ucapku ketika temen satu kamarku menanyakan kenapa aku menanggalkan bajuku dan menggantinya dengan baju rumahan.

Jam 11.30 ada telepon masuk. Nomor tidak dikenal. Aku langsung berpikir, pasti panitia senior itu. Ternyata benar. Tapi, aneh kok suaranya cowok sih? Mungkin supir kali, ya. Dia menjelaskan kalo posisi mereka sekarang di Pamulang, terjebak macet sehabis mengambil perlengkapan outbond. Sebentar lagi nyampe di SMK. Dia menyuruhku bersiap2. Bergegas aku ganti pakaian dan pergi ke SMK Nusantara yang kebetulan tidak jauh dari asramaku. Setelah 10 menit menunggu. Sebuah mobil Avanza memasuki lapangan parkir. Seorang ikhwan berjenggot tipis turun.

“Mbak Nesha, ya?” “Iya,” jawabku.”Maaf ya, Mbak, nunggu lama. Tadi bener2 macet di jalan.” Aku melirik ke penumpang yang lain di mobil itu. I’m shock. Tidak seorangpun yang berjenis kelamin perempuan. Ikhwan tersebut menyadari keterkejutan dan kekikukanku. Dia cuman tersenyum. Azan Zhuhur berkumandang dari mushola SMK Nusantara. Semua orang di mobil turun. Dua orang jumlahnya. Tiga orang tersebut masuk ke ruang wudhu. Sebelum pergi, ikhwan tadi berkata, “Mbak, salat dulu, yuk.” Mukaku memerah tersipu. Kayaknya dia mafhum. Puih!

Sehabis mereka salat, mereka berunding sebentar, kayaknya sih ngerundingin di mana aku duduk. Akhirnya, ”Mbak di depan, ya.” Aku membuka pintu depan Avanza yang masih gress itu. Aroma parfum classic Italia menguar. Membuat orang yang menghirupnya merasa rileks. Bismillah, kamipun berangkat menuju puncak Bogor di tengah panas yang mulai menggila itu.

Di jalan, ternyata 3 ikhwan ini gila cemilan juga. Aku juga ditawarin ngemil. Mungkin jika ada temen sesama jenis, aku akan menerima tawaran itu. Tapi, kondisinya lain. Aku belum pernah bepergian dengan mobil pribadi yang ceweknya cuman aku sendiri kecuali bersama keluargaku. Asli, aku bener2 kikuk. Merekapun kayaknya sadar. Ikhwan berjenggot tipispun -yang belakangan aku tahu namanya Kak Andi- menanyakan studiku di kampus. Mencoba mencairkan suasana sih tujuannya. Yah lumayan hasilnya. Aku bisa ngajuin pertanyaan juga kepadanya. Meski pertanyaan klasik. Nanya seperti apa yang ditanyakannya kepadaku. Tentang studi juga tentunya. Ternyata dulu dia alumni kampusku juga. Angkatan 2003. Sedang aku angkatan 2007. Pantesan aku tidak pernah melihatnya. Beda masa sih. Hehehe…

Cuaca panas Jakarta yang menggila berubah menjadi sejuk ketika kami memasuki kawasan Bogor. Semakin ke puncak semakin sejuk. Bisa dibilang dingin. Volume AC mobilpun diturunin. Tanjakan2 terjal & turunan yang curam telah kami lewati. Akhirnya kamipun sampai di villa yang akan kami tinggali selama 2 hari ke depan. Subhanallah… Meski viillanya beda, ternyata ini adalah wilayah yang pernah aku kunjungin setengah tahun lalu. Waktu itu aku mengikuti SET (Sharia Economics Training) yang diadain FOSSEI, organisasi eksternal kampus yang kuikuti. Awalnya kukira ini deja vu. Eh, ternyata emang aku pernah ke sini.

LIBROS (2)

Ketika aku memasuki aula utama, agenda pertama sudah setengah di jalankan. Ta’aruf antar panitia dan peserta. Sehabis itu, agenda kedua materi tentang pengembangan diri dan bakat yang disampaikan sangat menarik sekali oleh Kak Fedi (ternyata ia alumni kampusku juga, angkatan 2003). Azan ashar berkumandang, setelah salat dan mentoring 30 menit, dilanjutkan dengan dinner bareng di balkon depan, after taking a bath tentunya. Malamnya, agenda di antara waktu Maghrib dan Isya’, adalah tilawah Quran. Kemudian dilanjutkan dengan materi kedua tentang bagaimana menjadi pemuda Islam sejati. Sayang sekali aku tidak bisa mengikuti materi ini. Karena ada rapat panitia di balkon samping.

Yang kami diskusikan adalah gimana operasional outbond besok (agenda terakhir kami) dan evaluasi acara yang telah setengah jalan ini. So far is so good sih. Meski ada permasalahan2 kecil yang terjadi di sana sini. Tapi, alhamdulillah tidak terlalu mengganggu jalannya acara.

Malam kian larut, kami menyudahi rapat setelah dibagikan tugas masing2. Setelah memastikan para peserta sudah tidur. Kamipun tidur. Sekali lagi, cuaca Bogor benar2 dingin. Asli. Untung aku bawa sweater. Yah, lumayan lah…

Pukul 2.30 WIB, aku dan temen2 panitia yang lain membangunkan para peserta untuk qiyamul lail. Setelah tahajjud dan muhasabah, Subuhpun tiba. Abis salat Shubuh, kultum yang diisi Kak Imam (alumni kampusku juga, angkatan 2003) denagn tema azab kubur (yang kemudian karena kesalahan teknis diganti dengan keutamaan tahajjud).

Acara yang terakhir pun tiba, outbond. Kami para panitia merencanakan ada sekitar 3 permainan yang kita sediakan buat peserta. Namun, terbentur waktu akhirnya cuman ada satu permainan. Flying fox. Permainan ini cukup memacu adrenalin dan menantang mereka untuk mencoba. Untuk menuju area outbond ini tidaklah mudah. Kita harus manjat, lewati lembah dan sawah, terjun ke sungai berarus deras dan berbatu-batu baik besar maupun kecil, kemudian manjat lagi, nyampe deh. Kurang lebih 3 kilometer perjalanannya.

Sesampai di atas, aku bersama panitia senior lain menyiapkan tali-temali buat flying fox. Jalur flying fox-nya dari atas bukit kecil menurun hingga melewati sungai berarus deras dan berakhir di atas tanah rata pinggir sungai. Di sini ketahuan mana peserta yang bisanya omdo (omong doang, gayanya sok berani, eh disuruh ikutan main takut, cemen) dan bener2 pemberani. Outbond ini berakhir pada pukul 12-an WIB. Pesertapun kembali ke villa dengan melewati jalan raya yang lebih dekat karena nampak rasa lelah yang tergambar dari bahasa tubuh mereka. (Awalnya kami merencanakan pulang-pergi, peserta akan tetap melewati jalan yang sama)

Tetapi, aku dan 3 temenku yang lain tetap melewati jalan pertama tadi. Cuci mata. Abisnya memang indah benget. Di mana-mana mata memandang semuanya kelihatan hijau pepohonan dan jernihnya air sungai. Indahhhh bangets…. Subhanallah!

Setelah nyampe di villa, bersih2 & salat, kamipun lunch di teras depan. Abis itu penutupan and… pulang deh. Kali ini, aku tidak ikut mobil waktu aku pergi. Tapi, gabung sama anak2 lain yang sesuai dengan habitatku sendiri. Have two nice days!

Bisakah Ekonomi Syariah Diterapkan di Indonesia? June 17, 2008

Posted by nastanesha in Note.
10 comments

Ada satu artikel yang sedang saya bahas, semoga Nesha bisa bantu sy. :D
Singkat aja, bagaimana pendapat masyarakat mengenai bank syariah dan konvensional?
Terus apakah ekonomi Islam bisa diterapkan dan mungkinkah mengalahkan sistem ekonomi sekarang ini?

Satu email masuk ke inboxku. Katanya sih bwt riset. Ngga’ tau riset apa. Aku pun mencoba menjawabnya. [Meski gw baru semester 2] :)

Bisakah Ekonomi Syariah di Indonesia Diterapkan?

Sekarang prosentasi masyarakat khususnya Indonesia yang tau lebih2 paham tentang ekonomi syariah masih kecil sekali. Why?

1. Mengingat perbankan yang lebih dulu ada adalah konvensional, maka loyalitas masyarakat pun udah keburu lengket terhadap Bank Konvensional tsb. Meski belakangan ada bank yang sesuai dg aturan2 syariat Islam berdiri [yang seharusnya sesuai untuk negeri yang mayoritas penduduknya terbesar muslim dunia ini], “Yah mo gimana lagi, udah pewe nih,” gitu kata mereka.

2. Kurangnya sosialisasi dari praktisi2 ekonomi dan kesadaran masyarakat sendiri dalam bermuamalat dg konsep2 syar’i.

3. Masyarakat masih banyak yang tergiur dengan bunga yang ditawarakan oleh Bank Konvensional. [Kembali lagi, sangat diharapkan sekali kesadaran masyarakat untuk tidak mengindahkan tawaran persentasi bunga, ok?].

4. Masyarakat masih menganggap bunga dan bagi hasil itu sama saja. [Padahal kan jelas2 beda].

So, apakah bisa ekonomi syariah diterapkan secara menyeluruh sekarang ini? Jawabannya, belum bisa, mengingat market sharenya masih kecil di perekonomian Indonesia saat ini. Namun, jika ada dukungan dan komitmen dari masyarakat untuk menjalankan perekonomian yang syar’i, why not?

Longing June 12, 2008

Posted by nastanesha in Note.
6 comments

Aku tidak tahu dari mana aku harus menulis. Dari mana aku harus mulai bercerita. Bibirku benar-benar kelu. Kelu karena beku. Adakah yang bisa membantuku? Puisi Ncrit ini menurutku sangat mewakili diriku sekarang ini.

hari ini aku susuri

jalan yang pernah kita lalui bersama

andai boleh kuberandai-andai

kan kuandaikan masa itu tak pernah ada

andai dapat ku berlari

dari ingatan tentang waktu

kan kuhapus ingatan itu

dari jiwaku yang rapuh

andai berandai-andai bukanlah kesiasiaan

saudaraku, biarlah aku merenung sendiri

tinggalkan saja aku

karena tak lagi kumampu berlari

biarkan kupeluk lututku

menghangatkan hatiku yang beku

biarkan aku…

Museum Bank Indonesia June 7, 2008

Posted by nastanesha in Note.
3 comments

Dengan memakan waktu 15-30 menit di bus, kamipun telah sampai di depan Museum Bank Indonesia. Kami langsung ke lobi dan disambut oleh seorang wanita pemandu. Setelah briefing sebentar, rombongan kami dipisah menjadi dua. Cowok ‘n cewek berhubungan ruangan pertama yang akan kami kunjungi, Ruang Penangkap Koin, tidak cukup untuk kapasitas 80 orang.

Ruang Penangkap Koin menurutku ruangan yang canggih. Ada sebuah dinding layar yang menggambarkan koin-koin -uang yang pernah ada di Indonesia dari dulu sampai sekarang- berguguran. Di depan dinding itu, hanya dengan berdiri dan memainkan bayangan tangan kita seolah-olah kita mengurung salah satu koin, koin tersebut pun terdiam dan memberikan keterangan berupa tulisan di sampingnya mengenai nama, terbuat dari apa, dibuat tahun berapa dan pada masa pemerintahan siapa. Unik kan?

Setelah itu kita memasuki Bioskop Mini, nonton tentang kebijakan BLBI bentar, dilanjutkan ke sebuah dermaga tiruan -yang aku lupa nama ruangannya apa- truz ke Museum Uang deh. Setelah itu kita berkumpul di ruang utama untuk pengundian door prize. Ada lima orang beruntung yang mendapatkan door prize tersebut. Dan salah satunya aku. Kaus cantik dan alat tulis yang imut ada dalam tasku sekarang.

Gak rugi kan berkunjung ke BI?

Kunjungan ke Bank Indonesia June 6, 2008

Posted by nastanesha in Note.
add a comment

Kemarin, 5 Juni 2008, IsEF (Islamic Economics Forum) mengadakan kunjungan ke Bank Indonesia (BI). Dengan tranportasi bus yang berkapasitas buat 80 orang, akhirnya kakiku berhasil menginjak halaman Bank Sentral Indonesia tersebut pada pukul 08.50 WIB (kita berangkat pada pukul 7 dari Ciputat). Setelah melewati pemeriksaan yang ketat, aku dan 79 temenku yang lain dipersilakan naik ke lantai pertama. Meskipun kami tidak telat, tapi di sana dua orang narasumber BI telah menunggu kedatangan kami. Wah, penyambutannya bener-bener elegan. Di mana-mana, peserta biasanya yang nunggu narasumber, bukan narasumber yang menunggu peserta.

Sesuai jadwal, materi pertama yang akan disampaikan adalah Peran BI dalam Kebijakan Moneter. Sang narasumber menjelaskan bahwa BI sebagai regulator, bertujuan untuk mencapai dan menjaga kestabilan nilai rupiah.

Selesai materi pertama, kita break sebentar sembari menikmati snack yang disediakan. Setelah sepotong risol isi keju+telor, lemper isi ayam, kue sus dan segelas air mineral menyentuh lambung kami, acara pun dilanjutkan. Materi kedua ini bertemakan Perbankan Syariah Bank Indonesia. Di sini aku excited banget karena narasumber menyampaikan materi dengan gaya anak muda, meskipun umurnya sudah setengah baya. Di sesi tanya jawab, kami semua menitikkan air mata. Terharu. Beliau juga.

“Tak patut rasanya kita berkeluh-kesah karena UU Perbankan Syariah belum disahkan -yang katanya tinggal menunggu rapat paripurna DPR, tapi entah tahun kapan hal itu akan diselenggarakan. Perjuangan ini tanpa tetesan darah, akhi! Coba kalian liat dakwah Rasulullah waktu beliau ke Thaif, dengan lumuran darah di sekujur tubuh, beliau masih bisa tersenyum dan mendoakan penduduk Thaif agar mereka sadar dan mendapatkan hidayah. Meski kaum Thaif tiada henti-hentinya mencaci dan menganiaya beliau. Meski Jibril sudah menawarkan bantuan untuk menimpakan gunung Uhud ke atas mereka. Beliau masih tetap tersenyum dan bersabar. Sabar…. Sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. Janganlah kau ragukan!” ungkap beliau sembari terisak menanggapi komentar salah seorang mahasiswa yang menyatakan kesangsiannya terhadap pengesahan UU Perbankan Syariah.

Di akhir acara, pukul 12.00 WIB, kami makan siang. Menu kali ini, 4 tusuk sate, 1/2 ekor ayam panggang, lalapan, sejumput bihun dan segelas air mineral, ditata rapi dalam sebuah kotak dengan ukuran besar. Kayaknya gak rugi banget kalo kita berkunjung ke BI. Hehehe….

Selesai mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan ke museum Indonesia. Maybe, I’ll will tell you next time. Because I have no time enough now. I have to follow Ms. Mila’s class right now, English -my favorite lesson. See ya later… :)

Akhirnya… May 31, 2008

Posted by nastanesha in Note.
add a comment

Hari ini tanggung jawabku sebagai koordinator Baksos Sembako Murah gugur sudah. Alhamdulillah acaranya berjalan dengan lancar. Persedian sembako yang meragukan, cukup tidaknya, karena imbas kenaikan BBM juga dapat diatasi. Fundrising yang awalnya kurang, di detik2 terakhir ada juga donatur yang berbaik hati. Tidak ada kendala-kendala yang berarti. Paling cuman ketidaksiapan kita sebagai panitia dalam mengkondisikan masyarakat yang notabenenya kaum ibu-ibu dan lansia.

Macam2 saja ulah mereka. Sehingga membuatku dan panitia lainnya tertawa. Ada juga yang membawa putra-putri mereka sehingga membentuk ekor yang panjang di belakang sang Ibu (karena di samping membagikan sembako murah, bagi anak2 dapat asupan gizi dari LKCC yang bekerjasama dengan kami, panitia).

Sebelum acara inti dimulai (pembagian sembako), kita mengumpulkan semua peserta di aula. Tapi, waktu acara pembukaan plus sambutan2 mau dimulai, masih aja ada ibu-ibu yang keluar masuk aula. Mengejar anak2 mereka yang berlarian di halaman aula lah, ada yang lupa mematikan kompor waktu mau pergilah, dan sampe2 ada yang katanya mau ke pasar dulu karena tadi pagi lupa belanja. Ada-ada saja… Hehehe…

Dan akhirnya acara yang rencananya mau dimulai jam 08.00 WIB molor jadi 09.30 WIB. Tapi, sekali lagi ALHAMDULILLAH so far so good. :)

Minggu ini… May 30, 2008

Posted by nastanesha in Note.
2 comments

Minggu ini adalah minggu yang berat bagiku sekaligus minggu yang membuatku lebih dewasa. Di mana dibutuhkannya totalitas tanggung jawab. Penuh. Besok acara yang telah kupersiapkan dengan temen2 selama beberapa bulan ini akan diselenggarakan. Dan aku adalah koordinatornya. Puih…

Minggu kemarin aku juga ikut Daurah Muslimah di Rafflesia Cibubur. Di sana aku mewakilin temen-temenku untuk ikutan ASOY (Asah Otak, Coy!). Alhamdulillah menang. Aku juga mewakilin temen2 ikutan SAKSI (Saatnya Akhwat Beraksi) dengan jenis olahraga futsal. Alhamdulillah menang, dengan perolehan : 2 kali menang dalam 3 kali pertandingan.

Dan 2 hari yang lalu aku dan 2 orang temenku sebagai delegasi angkatan 2007 mengikuti Smart Games di mana materi yang dilombakan adalah seluruh mata kuliah. Dari semester terendah sampai semester tertinggi. Terang aja kami, angkatan termuda pada shock. Tapi alhamdulillah lagi, kami lolos ke babak penyisihan (10 besar) dengan menyingkirkan 8 tim lainnya. Termasuk para senior. Puncaknya, kemarin adalah final. Dan kami akhirnya harus gigit jari sekaligus bersyukur karena menduduki peringkat ke-4. Hehehe…

Tetap semangat!

Hati ini… May 18, 2008

Posted by nastanesha in Note.
6 comments

Hati itu dulu terlihat putih bersih. Kini segores luka telah tertoreh di sana. Mengering. Menghitam. Hingga membentuk sebuah noda yang tidak akan pernah lekang ditelan masa.

Tahukah kau rasa sakit itu? Ia datang dari noda itu. Noda yang di dalamnya darah masih beriak. Melumuri bara asaku. Hingga padam. Nyeri sekali.

Tahu apa kau tentang diriku? Kau cemplungkan aku dalam lautan kata. Entah itu dusta. Kau tinggalkan aku di sana. Sendiri. Hingga kubangan prasangka menggenangi bekas luka. Dan ia tidak akan pernah kering. Meski maaf telah menyentuh kaki.

Sadarkah kau?!

Get The Highest Point May 17, 2008

Posted by nastanesha in Note.
4 comments

U’re a good and clever girl. I’m envy with u. I’m personally certain ur achievement in ur lecture : Con9ratualtioN

Sender : Alan

Wajahku memerah membaca sms dari temenku itu. Tersandung. Aku teringat kejadian Jumat sore kemarin sewaktu dosen mata kuliah Akuntansiku menyerahkan transkip nilai hasil Ujian Tengah Semester (UTS) yang baru dilaksanain beberapa waktu yang lalu. Beliau mengumumkan bahwa nilai tertinggi adalah 90 yang diraih oleh… diriku!! I’m so surprise! Honestly, I have never thought that I wil get the highest point. Sure. Mengingat nilai UTS Akuntansiku semester lalu dibawah angka 70. Tentunya tidak ada yang pernah menyangka bahwa kali ini aku yang mendapatkan kehormatan untuk menduduki posisi peraih nilai tertinggi itu. But, there’s no immposssible if we want to effort, right? And off course, if Allah wants. Thanks to Allah….

Aku juga masih teringat sewaktu ingin meninggalkan kelas, dosen Akuntansiku itu memanggilku.

“Kamu sebenarnya bisa saja mendapatkan nilai 100 jika kamu mau. Tapi, kamu di sini banyak melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang urgent. Itu juga yang membuat nilai kamu di semester lalu lumayan rawan. (Ya iyalah secara nilainya di bawah 70 :( ) Lain kali kamu harus lebih teliti lagi ya?”

“Iya, Bu. Tapi, dari dulu saya memang cerobohan,” akuku jujur.

“Nah itu masalahnya. Sifat cerobohmu itu jangan kamu sayangi. Jangan pernah kamu akui sifat cerobohmu itu bagian dari dirimu. Dia cuman parasit yang numpang doang. Kamu bisa saja mengusirnya jika kamu mau. Kamu harus berusaha. Jika tidak, parasit itu akan semakin mengakar pada dirimu. Tapi, saya akui, kali ini kamu sudah lumayan.” (Puih, angka 90 baru lumayan bagi dosen perfect ini?!)

“Makasih, Bu,” ucapku meninggalkan kelas.

* * *

Aku tersenyum. Kuraih ponselku, kutekan tuts-tutsnya sehingga membentuk kalimat :

Thank you. :) U can do it too if u want, fren.

Ponselku memekik. Laporan.

Delivered : Alan

Harapanku, semoga di ujian mendatang (tanggal 23 Juni kita udah mulai UAS sampe 4 Juli) sifat cerobohku hilang tanpa bekas. Dan bisa memberikan yang terbaik buat ortu di rumah dan temen-temen semua. Amiin.