A Bowl of Love

•September 13, 2009 • 2 Comments

Semangkuk cinta? Yup, itu judul buku yang baru kubaca. Tak terbendung air mata ketika memutuskan nyelesain bacanya. Mengharukan. Ternyata sebuah hubungan yang serius dalam bingkai pernikahan itu tidak mudah. Sebenernya aku gak sengaja milih buku ini pas ke perpus. Kirain bacaan untuk remaja. Eh, ternyata bukan. Tapi, gapapa juga sih untuk remaja kayak kita-kita ini. Bisa jadi buat bekal  kelak kok.

Mungkin yang sekarang kita bayangin tentang pernikahan adalah seneng, sayang, senyum, bahagia, dkk pokoke yang enak-enak deh. Padahal tidak sepenuhnya betul, pernikahan adalah menyatukan 2 orang, 2 kepribadian, 2 idealisme dan 2 keluarga yang berbeda. Mungkin pertengkaran kecil bisa jadi besar karena kondisi emosi yang tidak stabil sehingga kata-kata pisah, cerai, putus terlontar dengan mudahnya.

Sebenarnya kasus ‘kawin-cerai’ yang lagi marak sekarang ini bisa saja di atasi dengan cara mempertimbangkan hal-hal berikut :

  1. Apakah kamu masih cinta pasanganmu?
  2. Pernikahan itu sangat-sangat sakral karena ia adalah janji kita dengan Allah SWT
  3. Pikirkan nasib anak (jika udah punya), untuk sekarang ini anak adalah yang terpenting, hendaknya perasaan ortu yang merugikan anak dikesampingkan dulu
  4. Apakah kamu yakin bahwa setelah bercerai kamu pasti bakal bahagia?

Yak, dengan 4 hal di atas, kamu pasti mikir dulu untuk meluncurkan kata ‘cerai’, bukan?

Kata buku ini (buku kok bisa bicara ya??), seorang pria bisa saja “bermain” dengan seorang wanita meski tanpa cinta. Bermodalkan rasa tertarik doang mereka bisa made out.  Tapi wanita, tidak seperti itu. Wanita cenderung setia dan pemaaf. Makanya, di dunia sekarang ini, mayoritas yang menyebabkan perceraian hingga isteri menjadi sengsara adalah : suami tidak setia. Dan katanya (katanya loh) ini karena pria menyukai makhluk cantik, yang tidak cantik ditinggalkan. Huuh…

Hi, para suami dan calon suami…  Setialah pada pasangan kalian, karena setia akan membawa kebahagian. Karena setia itu bermakna jujur. Dan jujur membawa kedamaian. Hubungan yang ideal adalah yang mengerti dan mengamalkan 3 kata ini : affection, loyality, dan respect.

So, do it, guy!

Moody

•September 7, 2009 • 3 Comments

Dulu waktu awal ngeblog aku sangat yakin bisa nulis minimal sekali seminggu itu 1 kali posting. Setengah tahun awalnya memang sangat produktif, tapi ke sini-sininya hal itu luntur. Terkikis atas nama kesibukan. Duh, emang bener kata orang. Ngomong emang mudah, ngalakuin? Talk only no action!

Emang ini sedikit banyak disebabkan oleh mood. Mood yang jelek kadang bikin kita malas-malasan kerja. Contohnya aku. Kalo lagi bad mood, penginnya tuh bacaaa aja. Ga pengen lakuin apapun. Kayak hari ini, seharian ini habis nyuci, langsung ke kamar trus ngelahap novelnya Agatha Cristie sampe habis 2 buku! Sad Cypress danThe Mysterious Affair at Styles.

Kata penulis-penulis terkenal, untuk menulis jangan pernah nunggu kedatangan mood. Sebaliknya, kita lah yang harus menciptakan mood. Dan inilah masalahnya, sampai sekarang aku belum tau, gimana caranya menciptakan mood.

Anybody knows??

Boys n Girls say…

•September 3, 2009 • 2 Comments

Tadi abis baca sebuah buku yang lumayan bagus. Temanya ‘Cinta n Remaja’ gitu deh. Penulisnya banyak menceritakan tentang ragam karakter pria. Bahwa mayoritas pria itu sama. Sukanya liat makhluk cantik. Hihi… Normal sih. Tapi, ada tapinya lho. Contoh nih (dari penulis), seseorang (pria) ingin menikah. Dia punya dua calon.

Calon I : lumayan pintar, keturunan baik-baik, agamanya sih sedang-sedang aja, tapi satu yg paling menonjol : cantik!

Calon II : berwawasan luas, cerdas, keturunan baik-baik, barwajah sedang, n pengamalan agamanya subhanallah…

Ternyata kaum pria cenderung untuk memilih calon I sebagai isterinya. Padahal kalo dia menikah karena Allah pastinya dia akan milih pilihan II, yaitu karena faktor agama. Di sini lah sebenernya kaum pria banyak yang tertipu dengan ‘kulit luar’ seorang wanita. Seharusnya mereka dalam memilih pasangan lebih menilik kepada ‘inner’. Seharusnya…

*     *     *

Waktu kukonfirm ke kaum pria tentang masalah ini, mereka malahan memberikan perlawanan, dengan memojokkan kaum wanita pastinya. Bahwa wanita terlebih dahulu melihat ke kantong pria ketika mereka memilih calon pasangan. Seharusnya (kata kaum pria), wanita hendaklah melihat kepada ‘kesungguhan’ dulu. Yaitu kesungguhan untuk menikah demi menjaga diri dari maksiat. Dengan kesungguhan itulah, pastinya mereka juga akan bersungguh-sungguh dalam menghidupi anak-isteri mereka nantinya.

Nah, aku (karena wanita kali ya) ingin meletakkan pembelaan terhadap ‘boys say’  bahwa alasan kenapa kaum wanita melihat kantong pria lebih dahulu ketika memilih calon pasangan, hal ini tidak lepas dari keinginan wanita yang ingin hidupnya bahagia sehabis menikah. Realistis aja, kalo kita kaum wanita gak bisa makan gara-gara sang suami gak punya uang, derita juga kan yang kita dapat?

But, bagi wanita juga, jangan terlalu mikirin seberapa tebal sih isi kantong pria. Kalo ada wanita yang seperti itu bisa dibilang materialistis. Menurutku asal dia bisa ngasih makan anak isterinya, so what gitu loh…

After UAS

•July 10, 2009 • Leave a Comment

Hi, guys

UAS dah kelar tanggal 4 Juli kemarin. Hari pertama ba’da UAS yang kulakukan adalah nonton sepuasnya. Film yang kupilih adalah When It’s at Night drama Korea yang bercerita tentang bagaimana seorang polisi wanita untuk Departemen Kebudayaan Korea (Chu Ji) berusaha melindungi, menjaga dan mencari harta berharga milik negara berupa barang-barang antik dengan dibantu oleh seniman muda yang lagi naik daun (Jin Sensei). Mereka berdua adalah kolaborasi yang hebat baik dalam kerja ataupun asmara. Ceritanya sih gitu, hehe. Film ini ada 17 episode, wah jadi gak tidur semalaman gara2 nonton.

Lusanya, jam 6.30 pagi kami (aku n teman2 pengurus IsEF) pergi ke Bandung untuk study banding di UNPAD. Nyampe di UNPAD jam 9.30 n disambut oleh temen2 ISEG UNPAD dengan antusias. Alhamdulillah. Selesai solat Zhuhur kita melanjutkan perjalanan makin ke atas yaitu Cwidey tepatnya ke Kawah Putih. Setelah naik olang-aling (mobil pick up yang melaju di tanjakan dengan ngebut) akhirnya sampe juga di Kawah Putih. Ba’da menikmati pemandangan, photo2 dan beli oleh2 kita menuju bis n nyampe Jakarta 10.30 malam. Cuapek tapi senang.

Besoknya adalah pemilu. Ku jadi saksi untuk no urut 2. Lanjutkan, Pak…

N hari ni, 10 Jul, saatnya ku pulkam. Borneo, pliz wait 4 me…

Setahun lebih lum pulang, ga kebayang apa yang harus gw lakuin di depan orang2 yang gw cintai.

Nangis terharu kah? Ato meluk mereka? Ato tersenyum bahagia?

I think the last is the best, rite?

Home sick

•June 7, 2009 • 1 Comment

Dunno what I’ve to do
Be ice, cold
No summer here

All be quit
Just tears fell
Feel homesick

Love u

Mid Exam vs Mambo-Jumbo

•April 18, 2009 • 6 Comments

Lega rasanya bisa menyempatkan waktu menulis lagi. Setelah beberapa minggu ini vakum. Wuih, entah karena virus ‘malas’ atau wabah ’sok sibuk’, pokoknya semangat menulisku benar-benar meranggas. Sebenarnya minggu ini adalah minggu-minggunya UTS. Eh, giliran waktu UTS, entah kenapa aku ‘kebelet’ banget buat nulis. Meski hanya beberapa kalimat seperti ini. Hehe…

Temen-temen semua yang baca posting ini, mohon doanya semoga nilai UTSku tahun ini lebih baik daripada sebelumnya, ya? Amiin. Btw, my feeling is like this now:

Look at your smile

Make me happy

Fly up, then

Seek the something right

Observe my heart

‘mambo-jumbo’

It told me

That’s all…

Ges3

•March 6, 2009 • 2 Comments

Temen2 semua, khususnya pelajar SMA ataupun sederajat, kampusku mo ngadain Gebyar Ekonomi Syariah 3 (Ges3), setelah Ges1 dan Ges2 menuai kesuksesan dengan bertambahnya peserta tiap tahunnya. Acara ini banyak manfaatnya loh. Khususnya buat pelajar yang mo mendalami Ekonomi Syariah bisa ikutan Olimpiade Ekonomi Syariah -salah satu rangkaian acara Ges3. Acara ini bukan hanya acara untuk pelajar SMA/sederajat saja, tapi mahasiswa dan umum pun bisa ngikutin acara puncak Ges3 pada tanggal 25&26 April 2009.

Untuk info lebih lanjut bisa kunjungin blognya Ges3 ato kirim email ke ges_tiga@yahoo.com. Ato tanyakan aja langsung ke sini. Kebetulan aku salah satu personil tim HPD-nya. Dateng yak… Kasih tau juga temen2nya yang lain!

Thanks a lot!

Help Palestine, please!

•December 29, 2008 • 6 Comments

Ni ada tulisan bagus dari Pak Ali sakti, mohon dibaca ya…

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Luapan hati yang sudah tak terbendung pagi ini, harus saya tuangkan dalam tulisan meskipun inginnya ia keluar dalam teriakan-teriakan aksi atau amal-amal yang pasti. Palestinaku harus mempersembahkan darahnya kembali, 220 syahid baru dari Gaza harus bersama-sama menghadap Penciptanya karena serangan biadab Yahudi hari ini (28 Desember 2008). Meskipun sebelumnya kutahu tidak ada hari tanpa syahid di tanah yang suci itu. Tak ada hari bagi Yahudi itu tanpa pembantaian saudara-sadaraku di sana.

Kepada semua saudaraku seiman! tolong luangkan satu kalimat saja dalam doa-doa anda disetiap sujud terakhir shalat, permohonan tolong kepada Allah SWT bagi saudara-saudara kita di Gaza. gunakan semua kemampuan untuk menolong mereka, donasi, tulisan, internet, apa saja. Geram ini harus punya nilai di mata Allah SWT. Mari saudara-saudaraku, batas negara dalam Islam adalah akidah, jadi jika Yahudi menyerang Gaza, itu sama saja mereka membantai anak, istri, suami, orang tua, adik, kakak, atau siapa saja yang ada di dalam rumah-rumah kita. Bom pesawat tempur mereka yang mereka muntahkan di Gaza sama saja dengan bom yang diledakkan dipekarangan rumah kita. Lawan! Tidak ada kalimat diplomasi yang pantas kecuali Lawan!!!

Saya berlindung dari kalimat-kalimat manis yang sebenarnya menjadi pembenaran terhadap prilaku saya yang malas untuk berjuang dengan cara apapun. Saya berlindung dari prilaku munafik yang gagah menyampaikan kepedulian namun setelahnya kembali asik duduk-duduk santai di kedai-kedai minuman atau dengan piknik-piknik yang melenakan. Mari saudara-saudaraku, jadikan Palestina sebagai obsesi, jadi cita-cita dunia. Palestina harus kita bebaskan dengan cara yang kita sanggupi.

Kepada saudara-saudara di luar Islam, kami kabarkan kepada Anda bahwa Palestina milik Allah SWT, kesuciannya diwakili oleh hadirnya Nabi-Nabi di sana. Tetapi hampir semua nabi yang ada di sana dibunuh secara keji oleh Yahudi, seperti Nabi Zakaria dan Nabi Yahya yang di Gergaji dan disembelih. Saudara, kedudukan anda melindungi, mendukung atau membiarkan Yahudi melakukan kebiadaban itu hingga kini, membuat posisi anda tidak beda dengan mereka. Pesan kami sejak dulu tetap sama, kami mengajak anda untuk kembali kepada kefitrahan anda sebagai manusia, yaitu kembali menjadi hamba Allah Yang Maha Mulia.

Saudara-saudara Nasrani, Budha, Hindu atau apapun agama anda selain Islam, mari kembali kepada Islam. Lihatlah dengan pandangan dan hati yang jernih kebenaran-kebenaran Tuhan pada diri anda, pada alam semesta, pada semua peristiwa, Islam meminta anda kembali pada Islam, pada agama yang sepatutnya menjadi pedoman anda. Jangan katakan ketika hari akhirat datang pada anda, bahwa anda tidak pernah diingatkan tentang Islam, tentang Allah dan kewajiban anda. Saya mengatakan ini, dengan rasa kasih sayang yang sama pada kemanusiaan, sebagai makhluk Tuhan yang diberikan pengetahuan tentang anda. Karena Tuhan kami mengatakan, bahwa kami akan menjadi saksi bagi anda diakhirat nanti dan Rasul kami akan menjadi saksi atas kami.

Kepada Yahudi di seluruh dunia, akhirmu segera datang. Keputusan Tuhan atasmu sebentar lagi akan ditunaikan. Kezalimanmu akan segera dihentikan. Meskipun begitu seruan kami pun tetap sama, kembalilah kepada Islam, karena ke-Yahudian- mu akan mengantarkanmu pada takdir penistaan Tuhan, baik di dunia maupun di akhirat. Ingat Yahudi! ingat perang khaibar yang terjadi pada pendahulu kamu, mereka dihancur dan diusir oleh pasukan Muhammad. Sebentar lagi pasukan itu akan kembali dan melakukan hal yang sama padamu di tanah Palestina. Berkumpullah kalian di Palestina karena memang pengadilan menunggu kalian semua di sana.

Kepada seluruh saudaraku muslimiin dimana saja, air mata kita yang mengalir melihat Gaza hari ini harus berubah menjadi tekad kuat, untuk menyiapkan diri, menyiapkan anak-anak kita, menyiapkan generasi selanjutnya, agar bersedia merebut kembali Palestina. Kenalkan anak-anak kita dengan tanah mereka di sana, warisan Al Faruq yang sejengkalpun kita haramkan bagi Yahudi durjana. Penuhi doa-doa kita dengan harapan kepada Tuhan, agar Beliau berkenan mengantarkan diri kita menjadi salah satu tentara-Nya yang berdiri di barisan terdepan untuk membebaskan tanah suci itu.

Berdoa agar anak-anak kita bisa menjadi pasukan masa depan, panglima-panglima bagi putra-putra Islam akhir zaman, yang mampu memakmurkan Masjidil Aqsa tercinta. Menunjukkan kemuliaan Islam dalam bentuk yang sebenarnya. Mereka menjadi harapan kita yang akan mengharumkan nama kita dan melapangkan rumah kita di Barzakh.

Kepada muslimah dimana saja anda, persiapkanlah rahim-rahim anda untuk lahirnya generasi Islam yang mulia, generasi yang cinta pada Allah dan Allah cinta pada mereka. Siapkan rahim-rahim anda untuk hadirnya calon-calon syuhada bagi negeri Islam dimana saja. Generasi yang rindu pada kampung halaman mereka yang sejati yaitu Syurga yang suci. Dan karenanya kematian menjadi puncak kerinduan, kesyahidan dihadapi dengan senyuman dan perjuangan sepenuh hati.

Duhai Allah Yang Maha Agung, pemilik segala kuasa, ringankanlah beban hamba-Mu yang tengah berjuang. Mudahkan jalan mereka. Ampuni dosa-dosa mereka. Ampuni dosa hamba. Maafkan kami jika kami tak pantas melantunkan doa-doa seperti ini, doa yang berharap mampu mengguncang langit-Mu, padahal disela-sela hidup kami, kami masih asik dengan kemaksiatan. Semoga kami engkau masukkan kepada golongan yang Kau sayangi, ampuni, Kau terima taubatnya.

Wahai Allah yang Maha Perkasa, tunjukkan keperkasaan- Mu. hancurkan Yahudi sehancur-hancurnya, dan jika Engkau berkenan, perkenankan kehancuran mereka itu malalui tangan-tangan kami. Ya Allah, berikan kami kesabaran, kesabaran yang mampu memelihara diri kami dari begitu banyaknya fitnah dan cobaan.

wallahu a’lam
Ali Sakti

Our Palestine

•December 29, 2008 • Leave a Comment

Tadi ada Munashoroh Palestine di HI. Rencananya kita (aku dan temen2 mahasiswa, pelajar dan umum) dari HI longmarch ke Kedubes Mesir (tanya kenapa Mesir? Baca koran/nonton berita dong!). Sayang beribu sayang. Ada provokator yang menyusup, sehingga 5 korlap kita ditangkap polisi. Salah seorangnya adik temenku yang masih SMA. Akhirnya kita pun mengurungkan niat bwt ke Kedubes Mesir dan tetap bertahan di HI sambil menyuarakan aspirasi dengan orasi2 kita. Temenku nyeletuk, “Wah, sia-sia dong aksi kita hari ini kalo ga jadi ke Kedubes Mesir.”

Ada benernya juga. Tapi, di balik semuanya pasti ada hikmah yang dapat kita ambil.

Pertama, kedepannya harus lebih jeli lagi dalam manajemen/strategi aksi. Kedua, gimana mengkondisikan masa ketika diprovokasi. Ketiga, kerahasiaan para korlap juga perlu dijaga. Terakhir, menjaga niat agar selalu lurus di jalanNya.

Di antara aksi-aksi damai yang pernah kuikuti, baru kali ini aku merasakan gimana kacaunya masa ketika disusupi para provokator. Kepada para korlap, sabar ya… Allah ma’anaa!

Aspek Hukum dalam Bisnis

•December 13, 2008 • 3 Comments

Meski hari Sabtu akhir pekan, aku dan temen-temen anak Akuntansi Syariah 2007 (AS ‘07) tetep masuk kuliah. Ini adalah kuliah istemewa bagiku karena yang lain pada libur,  kami dengan khusyu’nya mengerutkan jidat untuk memahami apa Aspek Hukum dalam Bisnis. Yup itulah nama mata kuliahku pada hari Sabtu. Yang ngajar adalah pak Harry Alexander. Udah lulus S3 di Amerika dengan umur di bawah 30 tahun. Diakui memang luar biasa sih…(Pak Harry jangan ge-er ya kalo baca posting ini. :D )

Hari ini kuliah di awali dengan keterlambatan beliau masuk kelas selama 30 menit. Jakarta memang selalu macet. Piuh, berapa ribu liter bensin yang bisa dihemat setiap hari kalo Jakarta tidak macet? (Itung sendiri pake kalkulator ya? Hehe)

Back to my class. Di kelas ada 2 orang temenku hari ini yang presentasi. Beliau ngasih waktu masing-masing 5 menit buat untuk mempresentasikan makalahyang telah mereka buat. Dua-duanya merasa tidak cukup dan melanggar waktu yang telah ditetapkan. Si A 10 menit si B juga sama. Setelah mereka selesai. Pak Harry langsung presentasi dengan Mic.Power Point beliau sendiri. Ada sekitar 30 slide. Lebih banyak dari pada 2 orang temenku tadi. Beliau menjelaskan dengan cepat tapi jelas. Ketika berakhir beliau tanya,

“Berapa waktu yang saya butuhkan?” Serempak kita menjawab,

“Empat menit,” koor kita.

“Do you get it?”

“Yes, we do…” sekali lagi kita koor.

“Nah, presentasi yang efektif itu gak usah lama, yang penting:

  1. Kalian menguasai materi yang kalian bawakan
  2. Slide bukan copy-paste dari makalah, tapi ia itu kesimpulan dari makalah
  3. Slide tidak harus tulisan, gambar ataupun skema kadang lebih cepat dipahami oleh audience
  4. Sampaikan dengan jelas dan jangan berbelat-belit.

Kemudian, kita masuk ke inti materi hari ini Aspek Pajak dalam Hukum Bisnis. Menarik sekali. Beliau cerita tentang orang-orang penting (ya bisa dibilang pejabat lah), gaji mereka tidak melibihi angka 50 juta 1 bulan. Dengan pajak sekitar 15 juta 1 bulan kok mereka bisa punya banyak rumah di berbagai daerah elite? Di BSD gedenya minta ampun, di Cikeas mewahnya subhanallah, di Cibubur luasnya naudzubillah, kalo sendiri takuuut. Setelah diselidiki ternyata nenek moyang mereka juga bukan orang yang bisa ngasih kekayaan tujuh turunan. Trus darimana? Allahu ‘alam.

Trus kita juga membahas saham2nya Bakrie yang ambruk karena krisis global. Milyaran uang yang dia habisin buat resepsi pernikahan ponakannya setara dengan 8 bulan korban lumpur Lapindo makan. Ckckck… Sayang banget ya, coba kalo dialokasiin ke real sector jelas sangat bermanfaat sekali.

Di samping itu kita juga membahas tentang amnesti dan restitusi pajak. Bagaimana budaya nakal amerika yang gak mau bayar pajak. And so on.

Well, hari Sabtu adalah hari yang paling menyenangkan bagiku. Tidak ada jarak antara kita dan dosen. Layaknya temen. Dengan duduk membentuk lingkaran dan beliau di tengah. Jalan-jalan mengelilingi kami. Sampai-sampai saat evaluasi, seorang mahasiswi nyeletuk, “Pak Harry, jangan muter2 mulu dong. Puyeng nih liatnya.” Geerrrr, semua pada ngakak. Ada-ada aja…